konsep art

Latar Belakang Budaya

Keanekaragaman suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan berbeda menjadi ciri khas bangsa Indonesia dan merupakan manifestasi unsur ke-“bhinneka”-an. Pada kenyataannya penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku-bangsa, besar (mayoritas) maupun kecil (minoritas), yang membaur dengan bangsa-bangsa asing lainnya. Bangsa-bangsa asing yang pernah datang dan berada di Indonesia inilah yang membawa pengaruh tersendiri dalam kebudayaan Indonesia.

Bangsa Indonesia yang mendiami kepulauan nusantara terdiri atas bermacam-macam suku bangsa dan ras yang berbeda-beda asal-usul dan keturunannya. Kebhinnekaan suku bangsa dan keanekaragaman sifat geografis nusantara mengakibatkan adanya beraneka ragam seni budaya, bahasa, adat istiadat, tata cara, kebiasaan, status sosial, serta agama yang tumbuh dan berkembang di bumi nusantara ini.

· Materi

A. Konsep Budaya

Pengertian Budaya

Koentjoroningrat menyatakan kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddayah, bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi atau akal”. Menurut Rapoport, kebudayaan dapat dipandang sebagai latar bagi suatu tipe manusia, yang bersifat normative bagi kelompok tertentu, dan yang melahirkan gaya hidup tertentu yang secara tipikal dan bermakna berbeda dengan yang kelompok lainnya, yang merupakan latar bagi perwujudan kelakuan dan karya manusia, yang memberikan sumbangan bagi terwujudnya suatu gaya yang memiliki cirri khas.

Kebudayaan memiliki beberapa unsur yang membentuknya. Ada 7 unsur kebudayaan yang universal, yaitu: bahasa, system pengetahuan, organisasi sosial, system teknologi, system ekonomi, system religi, dan kesenian.

Tiap-tiap unsur kebudayaan tersebut dapat menjelma dalam 3 wujud yaitu sebagai: ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, etc.

B. Konsep Seni

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni mempunyai pengertian ;

* Halus, kecil dan halus, tipis dan halus, lembut dan enak didengar, mungil dan elok.

* Keahlian membuat karya yang bermutu.

* Kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi(luar biasa)orang yang berkesanggupan luar biasa.

Plato

Seni adalah peniruan terhadap alam, sehingga karya seni merupakan tiruan dari bentuk alam seperti manusia, binatang dan tumbuhan.

Aristoteles

Peniruan terhadap alam itu harus ideal, serba baik. Example: menggambar bentuk harus yang sempurna, membuat patung manusia harus yang baik(gagah, bagus, cantik).

Suzanne K. Langer

Kesenian adalah penciptaan wujud-wujud yang merupakan symbol dari perasaan manusia.

Ensiklopedia Indonesia

Seni itu meliputi penciptaan dari segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihatnya atau mendengarnya.

Akhdiat K. Mihardja

Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas(mencerminkan kenyataan)dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya.

Ki Hajar Dewantara

Seni merupakan pekerjaan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.

Dari beberapa pendapat ahli tentang seni, dapat disimpulkan sebagai berikut:

* Seni merupakan kegiatan ekspresi rohani/jiwa/gagasan/perasaan manusia.

* Seni merupakan kemahiran/ketrampilan/kelakuan manusia yang luar biasa.

* Seni merupakan penciptaan yang menghasilkan karya.

* Seni merupakan karya yang memiliki nilai estetis.

* Seni merupakan karya yang memiliki makna simbolik.

dengan demikian dapat dikatakan, bahwa seni atau kesenian merupakan bagian dari kebudayaan, dalam hal ini dapat diartikansebagai gagasan manusia yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.

berikut ini adalah contoh berbagai hasil seni nusantara

C. Cabang Seni

Terdapat empat cabang seni yaitu:

* Seni rupa

Adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media; titik, garis, bidang, bentuk warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

* Seni musik

Adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media suara(manusia atau alat)yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

* Seni tari

Adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui gerak tubuh manusia yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

* Seni drama

Adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna melalui media; gerak, suara, dan rupa yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.

D. Fungsi Seni

Seni merupakan kebutuhan hidup yang penting. Selain kebutuhan primer(sandang, pangan, papan)dan kebutuhan sekunder(social), manusia memiliki kebutuhan integrative(yang berkaitan dengan kebutuhan manusia sebagai makhluk budaya). Adapun fungsi seni sebagai berikut:

1. Seni dan kebutuhan pokok

Pangan(makanan)

Makanan tidak menyangkut hal perut semata. Wujud makanan yang cantik dilihat tentu lebih menggugah selera orang yang akan menyantapnya. Itulah sebabnya terdapat seni menyajikan hidangan, bentuk dan warna makanan dirancang sedemikian rupa sesuai dengan cita rasa masyarakat. Setiap daerah memiliki cara memasak, membentuk, menata, dan menghias makanannya masing-masing.

Sandang(pakaian)

Pakaian tidak hanya berfungsi untuk menutupi dan melindungi tubuh dari kondisi lingkungan alam saja, tetapi juga sebagai sarana social budaya. Semakin tinggi peradapan manusia, semakin tinggi fungsi social dan budaya dari pakaian ini. Pakaian dapat berfungsi sebagai identitas budaya pada masyarakat tertentu.

Papan(tempat tinggal)

Selain sebagai tempat berlindung dari cuaca dan hewan, rumah merupakan karya seni. Rumah dibuat dari berbagai komponen bahan yang diperoleh dari lingkungan alam dan disusun secara artistic. Rumah berfungsi sebagai identitas social budaya. sehingga secara fisik, bentuk rumah daerah di Indonesia begitu beraneka ragam.

2. Seni dan kebutuhan social

Pendidikan Seni

Seni memiliki fungsi yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung bagi manusia. Fungsi secara langsung adalah sebagai media untuk berekspresi diri, berkomunikasi, bermain, dan menyalurkan bakat yang dimiliki. Fungsi secara tidak langsung, manusi dapat memperoleh manfaat pendidikan melalui pengembangan berbagai kemampuan dasarnya untuk belajar. Melalui pendidikan seni manusia dapat memperoleh kehalusan budi pekerti, karena seni mengolah kepekaan manusia terhadap alam dan lingkungan sekitar serta hal-hal yang berkaitan dengan keindahan.

Keagamaan

Setiap agama memiliki pedoman tata cara beribadah dan tempat ibadah. Tempat ibadah sebagai karya seni bangunan merupakan ungkapan manusia yang mengandung nilai-nilai keindahan, disamping nilai-nilai religi.

Ritus kehidupan

Setiap manusia yang berbudaya, termasuk masyarakat nusantara yang berada diberbagai daerah, memiliki upacara atau ritual yang berkaitan dengan lingkaran hidup manusia.

Dalam upacara-upacara ini banyak karya seni yang terlibat. Seperti;dekorasi tempat upacara, musik dan tariannya, tatanan makanan, juga baju khusus serta pernak pernik upacara.

SUMMARY

ü Budaya merupakan keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, nilai-nilai yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk social; yang berisi perangkat-perangkat model pengetahuan atau system-sistem makna yang terjalin secara menyeluruh dalam symbol-simbol yang ditransmisikan secara histories.

ü tujuh unsure kebudayaan secara universal;bahasa, system pengetahuan, organisasi social, system teknologi, system ekonomi,system religi dan kesenian.

ü kesenian merupakan bagian dari kebudayaan, dalam hal ini seni diartikan sebagai gagasan manusia yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.

ü tiga wujud kesenian yaitu;pengetahuan, gagasan, nilai-nilai yang ada pada pikiran manusia;pola kelakuan tertentu untuk mewujudkan gagasan;dan hasil kelakuan yang berupa karya seni.

ü cabang seni terdiri dari seni rupa, seni musik, seni tari dan seni drama.

ü seni memiliki fungsi yang terkait dengan kebutuhan pokok dan kebutuhan social.

ü seni merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Me

Jangan pernah putus asa karena kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda…

materi ajar

Mata Pelajaran Seni Budaya
A. Latar Belakang
Muatan seni budaya sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran karena budaya itu sendiri meliputi
segala aspek kehidupan. Dalam mata pelajaran Seni Budaya, aspek budaya tidak
dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata
pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis
budaya.
Pendidikan Seni Budaya diberikan di Satuan pendidikan nonformal
penyelenggara pendidikan kesetaraan karena keunikan, kebermaknaan, dan
kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak
pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi
dan berapresiasi melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui
seni” dan “belajar tentang seni.” Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata
pelajaran lain.
Pendidikan Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan
multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan
mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti
bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional
bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan,
pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan
secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural
mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan
kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara. Hal
ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan
seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang
majemuk.
Pendidikan Seni Budaya memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta
didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan dalam
mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal,
interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta
kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan
kecerdasan emosional.
Bidang seni rupa, musik, tari, dan teater memiliki kekhasan tersendiri sesuai
dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan seni budaya,
aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam
pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi, dan kreasi. Semua
ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik
berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam.
20 7
B. Tujuan
Mata pelajaran Seni Budaya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut.
1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya melalui kegiatan berkarya
2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya
3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya
4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam tingkat lokal, regional,
maupun global.
C. Ruang Lingkup
Mata pelajaran Seni Budaya Program paket C meliputi aspek-aspek sebagai
berikut.
1. Seni rupa, mencakup keterampilan dalam menghasilkan karya seni rupa murni
dan terapan
2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan
alat musik, berkarya dan apresiasi karya musik
3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan eksplorasi gerak tubuh
dengan dan tanpa rangsangan bunyi, berkarya dan apresiasi terhadap gerak tari
4. Seni teater, mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir, dan olah suara
yang pementasannya memadukan unsur musik, tari dan seni peran.
Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diambil satu bidang seni
sesuai dengan minat dan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang
tersedia.
D. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
Kemampuan dan lingkup materi mata pelajaran Kesenian meliputi seni rupa,
musik, tari dan teater yang penyusunan kompetensinya didasarkan pada prinsip
belajar; dari hal konkret ke hal abstrak, dari dekat ke yang jauh, dari yang
sederhana ke yang kompleks, dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik,
kompetensi itu adalah:
1. Kemampuan perseptual dan pengetahuan yang meliputi kepekaan inderawi
terhadap rupa, bunyi, gerak dan perpaduan;
2. Apresiasi meliputi kepekaan rasaestetika dan artistik serta sikap menghargai
dan menghayati karya seni
3. Kreasi mencangkup segala bentuk dalam proses produksi berkarya seni dan
berimajinasi
Untuk bidang-bidang berdasarkan keilmuannya kompetensi yang ditentukan
adalah sebagai berikut.
1. Seni Rupa
• Mampu menggunakan kepekaan inderawi dan intelektual dalam
memahami, mempresentasikan keragaman gagasan, teknik, materi dan
keahlian berkarya seni rupa
• Mampu berekspresi dengan beragam teknik dan medium seni rupa
20 8
2. Seni Musik
• Mampu menggunakan kepekaan inderawi dan intelektual dalam
memahami, mempresentasikan keragaman gagasan, teknik, materi dan
keahlian berkreasi musik
• Mampu mengekpresikan diri dan berkreasi melalui penampilan dan
pergelaran musik secara vokal dan atau instrumental
3. Seni Tari
• Mampu menggunakan kepekaan inderawi dan intelektual dalam
memahami, mempresentasikan keragaman gagasan, teknik, materi dan
keahlian berkreasi seni tari
• Mampu mengekspresi dan berkreasi dalam pergelaran dan menampilkan
karya tari
4. Seni Teater
• Mampu menggunakan rasa estetika dalam mempersepsi, memahami, karya
seni teater sesuai dengan konteks sosial budaya
• Mampu berekspresi dan berkreasi melalui penampilan dalam pertunjukan
teater

kata mutiara

Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.